Nasib Demokrasi di Tangan Pemuda

Nasib Demokrasi di Tangan Pemuda

 

Potensi generasi muda di Kulonprogo yang cukup besar sangat diharapkan untuk turut serta mensukseskan gelar Pilkada serentak 2017. Partisipasi atau peran serta mereka bisa dilakukan dalam berbagai posisi, misalnya sebagai pemantau maupun ikut menjadi penyelenggara ad-hoc ( PPK, PPS dan KPPS). “Dengan adanya regulasi yang membatasi keikutsertaan di panitia adhoc maksimal dua kali, maka terbuka peluang untuk regenaras sehingga tampilnya generasi muda sangat diharapkan untuk menjadi penyelenggara adhoc”.
Hal tersebut disampaikan Marwanto, komisioner KPU Kabupaten Kulonprogo, saat menjadi pemateri pada Forum Dialog Publik yang diadakan oleh Kantor TI dan Humas Setda Kabupaten Kulonprogo, Rabu (18/5). Dialog dengan mengambil tema Meningkatkan Peran Generasi Muda Kulonprogo dalam Pilkada 2017 berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Kulonprogo dan dikuti generasi muda perwakilan Ormas kepemudaan dan perwakilan siswa SLTA se-Kulonprogo.
Marwanto menambahkan, nasib demokrasi dan pemilu di Indonesia 10 atau 20 tahun ke depan ada di tangan pemuda. “JIka sejak dini para pemuda sudah benar dalam berdemokrasi, maka bisa dipastikan demokrasi Indonesia 10 tahun ke depan akan lebih baik dan berkualitas”, tegasnya.
Komisioner KPU Kulonprogo yang juga mantan pengurus DPD KNPI DIY itu juga menyatakan bahwa salah satu yang merusak demokrasi dan kualitas pemilu saat ini adalah praktik politik uang ( money politic ). “Generasi muda harus menjadi pioner dalam menumpas praktik politik uang. Jadilah pemilih cerdas dengan memilih calon yang berkualitas, bukan calon yang hanya mengandalkan uang”, imbuhnya.