Sosialisasi Bagi Ibu-Ibu PKK

Sosialisasi Bagi Ibu-Ibu PKK

 

Peran perempuan dalam kancah politik terus didorong, termasuk dalam  hajatan Pilkada. Dalam rangka itulah, Rabu (11/01) di Aula Adikarta komplek Gedung Kaca Wates, KPU Kulonprogo menggelar sosialisasi yang diikuti oleh ibu-ibu yang menjadi pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Acara yang dipandu komisioner KPU Kulonprogo Marwanto S.Sos M.Si, dengan menghadirkan narasumber komisioner KPU DIY Drs. Farid Bambang Siswantoro, komisioner KPU Kulonprogo Tri Mulatsih S.Pd MA dan ketua Panwaslu Kulonprogo Tamyus Rachman SHI diikuti sekitar 90 pengurus PKK baik tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, komisioner KPU DIY  menyerukan agar ibu-ibu PKK menajdi pemilih yang otonom atau mandiri. Tidak tergantung pada sikap politik suami. Disamping itu, yang terpenting adalah jangan Golput alias tidak datang di TPS. “Jika anda tidak menggunakan hak suara di TPS, berarti anda membiarkan dipilihkan pemimpin Kulonprogo oleh orang lain, orang yang datang di TPS….”, jelas Farid.

Sementara itu, Tri Mulatsih memberikan materi terkait keteknisan menjelang dan pada saat hari pemungutan suara. “Salah satu hal yang perlu diperhatikan terkait persiapan di hari pencoblosan adalah memastikan terdaftar di DPT. Maka segera cek nama anda di DPT. Jika belum, kemungkinan besar karena belum mengurus KTP-el saat DPT ditetapkan. Langkahnya adalah segera datang ke Kantor Dukcapil atau kantor kecamatan untuk mengurus KTP-el”, terang Mulatsih.

Sedangkan Tamyus Rachman lebih menyoroti kegiatan ibu-ibu yang potensial dikategorikan sebagai kampanye. Mengingat ibu-ibu PKK din desa notabene adalah isteri Kepala Desa/ Lurah atau perangkat desa, dimana posisi lurah dan perangkat desa termasuk yang harus netral di Pilkada. “Sebaiknya acara-acara yang melibatkan pasangan calon di rumah Kades atau perangkat desa dihindari”, tegas Tamyus.