Pertemuan Antara KPU, Bawaslu dan PT. PP KSO Membahas Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) bagi pekerja proyek Bandara NYIA di Kulon Progo

Pertemuan Antara KPU, Bawaslu dan PT. PP KSO Membahas Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) bagi pekerja proyek Bandara NYIA di Kulon Progo
Pertemuan antara KPU, Bawaslu dan PT PP selaku pelaksana megaproyek bandara NYIA

Menindak lanjuti pertemuan sebelumnya untuk membahas Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), bagi pekerja proyek Bandara NYIA  maka diadakan kembali   Pertemuan Antara KPU, Bawaslu dan PT. PP KSO  Pada hari Kamis (03/01/2019) sekitar  pukul 17.15 s/d 18.30 WIB di Kantor PT. PP KSO Jl. Wates -Purworejo, Km. 13, Ds. Kebonrejo, Kec. Temon, Kab. Kulon Progo, pertemuan tersebut  dihadiri sekitar 20 orang, mempertemukan pihak pelaksana mega proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yakni PT PP  dengan pihak KPU Kulon Progo, KPU DIY, Bawaslu Kulon Progo dan Bawaslu DIY. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut  koordinasi  pembangunan bandara NYIA yang banyak menggunakan tenaga pekerja dari luar kabupaten Kulon Progo, karena itu pihak KPU berkeinginan untuk  memenuhi hak pilih pekerja sehingga pada saat hari pencoblosan Rabu, 17 April 2019 pekerja bisa menggunakan hak pilihnya. Dalam pertemuan tersebut diterima oleh pihak PT PP   oleh GM PT. PP KSO bapak Andek Purnomo dan Humas PT. PP KSO bapak Adi Darmadi. 

Ketua KPU Kabupaten Kulon Progo Ibah Muthiah, SH., M.Si menyatakan KPU Kab Kulon Progo sebagai penyelenggara pemilu di Kabupaten Kulon Progo bisa memberikan pelayanan dalam kontek ini di PT.PP, karena banyak pemilih di proyek NYIA sebagai pekerja dari luar daerah Kulon progo, Ada berbagai pertimbangan kami dimana  sebanyak 1.258 TPS dan surat suara yang akan dicetak sesuai DPT Kulon progo yaitu sebanyak 334.893 dan ada tambahan kertas suara sebanyak 6.689 cadangan, sehingga KPU berharap kepada  Bawaslu dan masyarakat disini agar satu visi memberi pelayanan untuk pekerja dapat menggunakan hak pilih disini.

GM PT PP. KSO bapak Andek Purnomo dalam pertemuan tersebut mengucapkan terima kasih atas atensinya untuk fasilitasi pemilih,  untuk diketahui dalam megaproyek bandara NYIA menggunakan tenaga kerja lebih dari 1.000 orang yang berasal dari luar daerah,  dan beliau berkeinginan bisa mewujudkan minimum operasi proyek  yang sudah disosialisikan oleh stekholder bahwa di April 2019 minimum oprasional sudah berubah, periode Januari sampai April adalah aktifitas tertinggi.  Beliau menambahkan, dari hasil kordinasi dengan AP bahwa AP ada 2 pilihan terkait penggunakan hak pilih yaitu berkordinasi dengan KPU untuk mendirikan TPS khusus di PP dan Opsi kedua AP memberi ijin pas saat pesta Demokrasi 2019 yaitu H-1,Hari H, dan H+1, maka produktifitas kami akan turun pas pesta demokrasi, kebanyakan berasal dari kabupaten di  pulau jawa seperti Purwodadi, Boyolali, dan sebagian Jawa Barat sehingga masih mampu untuk dilakukan perjalanan bolak balik dari tempat pekerja dan kampungnya,sehingga  tidak merepotkan KPU Kulon progo.

Anggota Bawaslu DIY Bagus Sarwono, S.Pd., SI. M.PA menambahkan pada prisipnya Bawaslu juga berkeinginan dapat  menyelamatkan hak warga negara untuk memilih,dan ini harus di fasilitasi dan diberi ruang, dan alhamdulilah para pekerja  akan di berikan libur selama 3  (tiga) hari. Mungkin  yang perlu kita ketahui dari proyek yaitu pekerjanya yang ganti-ganti, apakah  pada tanggal 17 April 2019 nanti para pekerja masih pada disini,nanti kita petakan lagi.kemungkinan mereka pulang tidak banyak, jadi harus di estimasikan jumlah pekerja di hari rabu, 17 April 2019, sehingga Bawaslu  berharap agar KPU Kulon Progo maupun KPU DIY bisa proaktif untuk menyambut informasi dari PT. PP. Sehingga apabila merujuk regulasi baru nanti akan dibuat TPS khusus di sekitar PT. PP., tambahnya.

Kegiatan tersebut ditutup  dengan pengecekan ke Barak pekerja proyek pembangunan NYIA oleh KPU Kulon progo ,Bawaslu Kulon progo, Bawaslu DIY dan KPU DIY.