KPU Kulon Progo Rakit Kotak Suara dan Bungkus dengan Kemasan Plastik

KPU Kulon Progo Rakit Kotak Suara dan  Bungkus   dengan Kemasan Plastik

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulon Progo mulai melakukan perakitan kotak suara untuk Pemilu 2019, Senin (11/2/2019) di gudangnya di Wates. Ada ribuan kotak suara yang harus dirakit dan diperkirakan memakan waktu hingga 6 hari ke depan. Kegiatan Perakitan dilakukan oleh 7 orang tenaga lepas yang direkrut KPU.

Ketua KPU Kulon Progo, Ibah Muthiah mengatakan ada sekitar 6.462 kotak suara yang akan dirakit namun satu lembar di antaranya diterima dalam kondisi rusak. Diperkirakan kerusakan itu muncul saat proses pengiriman dari KPU RI namun menurutnya hal itu tak menjadi permasalahan. Untuk lebih mengamankan kondisi kotak yang terbuat dari karton itu, pihaknya mengambil inisiatif membungkusnya dengan kemasan plastik.

Hal ini terutama untuk mencegahnya dari kerusakan akibat terkena air maupun gigitan hewan pengerat. “Memang agak sedikit repot karena kami harus membuka dulu plastik pengemas kotak suara jika akan memasukkan logistik lainnya. Tapi ini kami lakukan demi keamanan kotak suara,”kata Ibah.

Pengemasan serupa juga akan dilakukan untuk jenis logistik lain seperti surat suara, aneka formulir, tinta, dan kelengkapan lainnya meski ukurannya berbeda. Yakni, plastik ukuran sedang untuk formulir berita acara dan surat-surat serta kelengkapan TPS.

Adapun plastik kecil untuk pembungkus tinta, Sebanyak 6.260 kotak suara nantinya akan akan didistribusikan ke tiap tempat pemungutan suara (TPS) yang berjumlah 1.258 unit. Sisanya sebanyak 132 kotak akan dibagikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Setelah perakitan kotak dan logsitik lain, pihaknya juga menyiapkan surat suara. “Surat suara diperkirakan baru didistribusikan pusat mulai 11 Maret. Ada sekitar 1,7 juta lembar surat suara untuk Kulon Progo,” kata Ibah.

Perakitan kotak suara membutuhkan waktu sedikitnya satu menit karena sudah ada pola lipatan karton yang cukup ditekuk oleh petugas untuk membuat lembaran karton menjadi kotak.

Menurut seorang petugas perakitan, Arif Mustofa, tidak ada kendala berarti yang dihadapi saat perakitan kecuali memasang tali plastik pengunci kotak. Pasalnya, ukuran tali maupun lubang pengunci cukup kecil sehingga dibutuhkan ketelitian dalam memasangnya.

“Untuk 7 orang ini ditarget bisa merakit 1000 kotak, jadi, tiap orang punya jatah rakit minimal 100 kotak. Baru hari ini dimulai dan kami dapat upah Rp1000 per kotak,”jelas Arif.