KPU Kulon Progo Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019

KPU Kulon Progo  Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo mulai menyortir dan melipat surat suara di Gudang KPU Kulonprogo. Tenaga pelipat mengandalkan penyelenggara pemilu dari Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Para petugas harus mentaati aturan KPU, salah satunya tidak boleh membawa ponsel ketika sedang melakukan pensortiran.

Ketua KPU Kulonprogo, Ibah Muthiah mengatakan total tenaga pelipat yang ikut menyortir dan melipat surat suara ada sekitar 160 orang.   Semua kegiatan sortir dan lipat dilakukan di Gudang KPU Kulonprogo, Wates.

“Tenaga untuk sortir dan lipat dari PPK dan PPS. Aturannya itu sebenarnya bisa di luar PPK dan PPS, bisa masyarakat atau juga pelajar. Tapi untuk saat ini, kami mengandalkan PPK dan PPS saja,” ujar Ibah

Pekerjaan sortir lipat surat suara baru untuk jenis surat suara DPR RI saja. Sebelum sortir dan lipat, surat suara terlebih dahulu dikeluarkan dari sebuah ruangan yang dijaga oleh pihak keamanan. Setelah dikeluarkan, terlebih dahulu petugas sortir lipat itu diberikan penjelasan tentang tata cara pelipatan.

Surat suara yang rusak dipisahkan. Ibah mengatakan, nantinya KPU Kulonprogo akan mengumpulkan surat suara yang rusak dan meminta lagi tambahan surat suara apabila kurang. Terkait upah tenaga pelipat tersebut, satu surat suara dihargai Rp60 sampai Rp120 rupiah tergantung jenis kesulitan melipat surat suaranya. Nantinya, upah tersebut akan diberikan ke masing-masing PPK.

Dalam menjaga surat suara agar tidak rusak, pihaknya menerapkan aturan bagi tenaga pelipat. “Tidak boleh memfoto surat suara. Tidak boleh membawa makanan, tas, juga ponsel. Petugas harus menggunakan id card. Dan tidak boleh sambil merokok,” ucapnya.

KPU Kulonprogo sudah menjadwalkan, untuk surat suara jenis DPR RI sortir dan lipat dilakukan dari Minggu (19/3/2019) sampai Sabtu (23/3/2019). Untuk jenis surat suara DPR RI yang sudah datang berjumlah 341.591 surat suara.