Foto yang Berbicara: Upaya KPU Kulon Progo Meningkatkan Kualitas Dokumentasi
Kulon Progo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan Kawruh Kepemiluan dengan tema Fotografi pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh sumber daya manusia (SDM) di lingkungan KPU Kabupaten Kulon Progo sebagai upaya peningkatan kapasitas dan pemahaman dalam dokumentasi kegiatan kepemiluan.
Kegiatan Kawruh Kepemiluan bertema Fotografi ini dibuka secara resmi oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Kulon Progo Aris Zurkhasanah, pada pukul 09.00 WIB. Turut hadir Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Kulon Progo, Sekretaris KPU, para Kepala Subbagian, Pejabat Fungsional, PPPK, serta PPNPN di lingkungan KPU Kabupaten Kulon Progo.
Sesi pemaparan materi dibuka oleh Kepala Subbagian Parhubmas dan SDM yang menekankan pentingnya dokumentasi sebagai penunjang kegiatan kelembagaan, pembentuk citra dan reputasi lembaga, bukti atau evidence pelaksanaan kegiatan, serta bahan publikasi informasi kepada masyarakat.
Materi utama disampaikan oleh narasumber Fauzar Restu Ginandjar yang memaparkan berbagai jenis kamera yang dapat digunakan untuk dokumentasi kegiatan, mulai dari kamera telepon genggam, DSLR, mirrorless, hingga kamera compact Masing-masing jenis kamera memiliki kelebihan, kekurangan, dan fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan. Untuk kegiatan perkantoran, kamera DSLR dinilai lebih optimal digunakan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman dasar mengenai pengaturan kamera, meliputi ISO, aperture, dan shutter speed. Materi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai sudut pengambilan gambar (angle ), seperti high angle, horizontal angle yang sejajar mata dan paling direkomendasikan untuk dokumentasi kegiatan, serta low angle yang memberikan kesan kuat dan megah pada objek.
Tidak hanya itu, narasumber juga menjelaskan ukuran pengambilan gambar (shot size), mulai dari very long shot, long shot, medium long shot, medium shot, medium close up, close up, hingga extreme close up, yang masing-masing memiliki fungsi untuk menyampaikan konteks, emosi, dan detail suatu peristiwa.
Menutup kegiatan, Kepala Subbagian Parmas dan SDM menyampaikan pesan reflektif bahwa *tidak ada foto yang benar-benar jelek*, karena setiap foto memiliki nilai dokumentasi. “Foto yang baik adalah foto yang dapat berbicara dan mampu menceritakan kisah tanpa kata,” pungkasnya.
(Pras)