Berita Terkini

Matangkan Program DP3, KPU Kumpulkan Masukan Stakeholder

Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu memperkenalkan program Desa Peduli Pemilihan Umum dan Pemilihan (DP3) sebagai upaya menjaga dan meningkatkan partisipasi pemilih menuju keserentakan Pemilu dan Pemilihan 2024. Memperkuat dan matangkan program ini, terutama pada tahap implementasi nanti, KPU pun mengundang pihak terkait (stakeholder) untuk memberikan masukan, saran melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), yang digelar secara daring, Kamis (20/5/2021).  Kegiatan turut diikuti KPU provinsi, KPU kabupaten/kota. Sementara narasumber yang bergabung di antaranya Koordinator Penyusunan Prioritas Pemanfaatan Desa Ditjen PDP Kemendes PDTT, Friendy P Sihotang; perwakilan Departemen Sosiologi Universitas Indonesia, Ida Ruwaida; Sekretaris Jenderal KIPP, Kaka Suminta; Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati; Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar; Dosen Universitas Tanjungpura, Sudirman; mewakili Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Muhadam Labolo; Akademisi/Pakar Sosiolog Universitas Gajah Mada, Arie Sujito; serta Akademisi/Pakar Komunikasi Universitas Padjajaran. "Kita masih memiliki waktu jelang Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. Kita berharap KPU dapat melakukan sosialisasi secara masif tentang tahapan kemudian memberikan pendidikan pemilih yang berkesinambungan," ujar Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik mengawali FGD sekaligus hadir mewakili Ketua KPU RI. "Kita berharap melalui FGD semua pihak teredukasi dengan baik, yang muaranya Pemilu 2024 di desa berlangsung dengan tingkat demokratis yang tinggi serta menjadi pintu gerbang perubahan nasib di desa," tambah Anggota KPU RI lainnya, Viryan. Sementara itu, Anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi berharap melalui program DP3 output yang dicapai tidak hanya menjaga tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi secara kuantitas namun juga diikuti dengan kualitas. "Prinsipnya kami ingin mendapat masukan dari para narasumber sehingga kami bisa tuangkan dalam modul dan pelaksanaan teknis di lapangan. Setelah itu I mudah-mudahan kita dapat semacam Training of Trainer (ToT) yang dapat dipahami," kata Dewa. Pada sesi masukan yang dipandu Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU RI, Eberta Kawima, saran yang diberikan narasumber beragam. Seperti Ida Ruwaida yang mengingatkan pentingnya memerhatikan isu lokal dalam menerapkan program DP3. Friendy P Sihotang yang juga menekankan pentingnya masalah pembangunan dan isu di desa. Kaka Suminta yang menyarankan perlunya teknik dan metode identifikasi berita hoaks hingga Khoirunnisa yang menegaskan perlunya KPU memerhatikan program DP3 dengan sistem dan tahapan pemilu dan pemilihan. Di kesempatan berikutnya, narasumber Bahtiar dan Sudirman juga kompak untuk fokus pada upaya KPU memberikan pendidikan pemilih dan pencegahan politik uang. Sementara tiga narasumber terakhi  Muhadam dan Arie menjelaskan terkait materi modus operandi dan solusi kampanye SARA sedangkan Dadang banyak berbicara tentang teknik komunikasi publik. Kegiatan FGD pun berlangsung interaktif dalam setiap sesinya peserta diberikan kesempatan bertanya kepada narasumber.(humas kpu ri bil/foto: hlv-des/ed diR)   Repost from : https://www.kpu.go.id/berita/baca/9633/matangkan-program-dp3-kpu-kumpulkan-masukan-stakeholder?fbclid=IwAR3xnlFxNu-0zCB7JI7jEhqb2qbhtYONrAOcO-GLobSJHJl1EcJlrVmft-c

Pleno Mutarlih Berkelanjutan Periode April 2021

Hasil pleno pemutahiran daftar pemilih berkelanjutan bulan April 2021 yang dilaksanakan tanggal 7 April 2021, menetapkan Jumlah pemilih berkelanjutan di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 335.653 dengan rincian laki-laki sebanyak 162.946, dan pemilih perempuan sebanyak 172.707. Data tersebut bersumber dari Dinas Dukcapil Kulon Progo, Balai Dikmen Kulon Progo, Kantor Kemenag Kulon Progo, Kantor kecamatan dan desa di wilayah kulon progo, serta dari masukan masyarakat. Pleno tersebut dihadiri oleh seluruh komisioner, sekretaris, kasubag, dan staff pelaksana dilingkungan KPU Kabupaten Kulon Progo. Adapun untuk link rincian rekapitulasinya ada pada : https://kulonprogokabppid.kpu.go.id/viewer/public/cmVwb3NpdG9yeS9nYWxsZXJ5LzIwMjEvMDUxOS9vUzlsR0NpbTMyYmhzNUhrMjdGN3ZUTFZzcHM3UVBVMjlCZ0xLVW9qLnBkZg== Hasil pleno pemutahiran daftar pemilih berkelanjutan bulan April 2021 yang dilaksanakan tanggal 7 April 2021, menetapkan Jumlah pemilih berkelanjutan di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 335.653 dengan rincian laki-laki sebanyak 162.946, dan pemilih perempuan sebanyak 172.707. Data tersebut bersumber dari Dinas Dukcapil Kulon Progo, Balai Dikmen Kulon Progo, Kantor Kemenag Kulon Progo, Kantor kecamatan dan desa di wilayah kulon progo, serta dari masukan masyarakat. Pleno tersebut dihadiri oleh seluruh komisioner, sekretaris, kasubag, dan staff pelaksana dilingkungan KPU Kabupaten Kulon Progo. Adapun untuk link rincian rekapitulasinya ada pada : https://kulonprogokabppid.kpu.go.id/viewer/public/cmVwb3NpdG9yeS9nYWxsZXJ5LzIwMjEvMDUxOS9vUzlsR0NpbTMyYmhzNUhrMjdGN3ZUTFZzcHM3UVBVMjlCZ0xLVW9qLnBkZg==

KPU DIY adakan halal bi halal online dengan KPU Kabupaten/Kota se-DIY

Halal bi Halal yang beresensikan saling maaf memaafkan bertujuan mengharmonisasikan sebuah kekerabatan diantara sesama manusia sebagai mahkluk yang erat dengan dosa dan khilaf. Pada hari Selasa (18/05) KPU DIY menyelenggarakan kegiatan Halal bi Halal pada hari Raya ldul Fitri 1 Syawal 1442 H. Bertindak  sebagai penyelenggara, Hamdan Kurniawan selaku Ketua KPU DIY menyampaikan makna kegiatan yang berlangsung adalah untuk menjalin silaturahim dengan semua KPU Kab/Kota di wilayah DIY, selain itu juga dimanfaatkan sebagai momentum merangkul kebersamaan guna menyongsong tahapan Pemilihan dan Serentak 2024. Menariknya, kegiatan daring yang mengundang  seluruh komisioner dan pegawai di KPU Kab/Kota wilayah DIY tersebut, dihadiri juga oleh ketua dan anggota komisioner KPU RI diantaranya adalah  Ilham Saputra (Ketua KPU RI), Arief Budiman dan serta I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi.  Ilham Saputra menyampaikan bahwa momen halal bi halal di hari idul fitri sebagai semangat pelecut untuk kebersamaan dan kekompakan dalam mewujudkan integritas dan profesionalitas di kalangan  KPU Klab/Kota sebagai lemaga penyelenggara Pemilu.  Selanjutnya, Arif Budiman, mengingatkan  bahwa, menuju Pemilu dan Pemilihan serentak 2024 adalah masa regenarasi  komisioner. Artinya bagi komisioner periode sekarang hendaknya tetap mendasarkan peraturan yang berlaku dan meninggalkan legacy yang nantinya berguna dan bermanfaat untuk dilanjutkan kepada generasi komisioner berikutnya. Terakhir  I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi juga menuturkan bahwa saat ini KPU RI sedang menyusun program Desa peduli Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, adapun prosesnya dalam pengembangan program tersebut diharapkan KPU Prov, Kab./Kota di wilayah DIY untuk berperan aktif dalam memberikan input dan ide dalam FGD yang akan diadakan dalam bulan Mei ini

Sekda Kabupaten Kulon Progo FasilitasiAudiensi Kelembagaan untuk Persiapkan PEMILOS 2021

Wates, 5 Mei 2021 KPU Kabupaten Kulon Progo melaksanakan audiensi ke Sekda Kabupaten Kulon Progo terkait persiapan pelaksanaan Pemilos tahun 2021. Dalam kesempatan itu Sekda didampaingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, dan OPD terkait yaitu Ka. Badan Kesbangpol, Ka. Bag Pemerintahan, Ka. Dinas Kominfo dan Ka. Dinas Dikpora Kabupaten Kulon Progo.   Sekda menggarisbawahi sambutan Ketua KPU yang menyampaikan bahwa pendidikan pemilih dalam bentuk Pemilos adalah upaya untuk meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu ataupun Pemilihan di Kulon Progo.Disamping itu, RM. Astungkoro juga mendukung Pemilos sebagai sarana pendidikan politik bagi siswa, selain itu juga perlu dipikirkan untuk pelaksanaan secara luring, karenasaat Pemilos sudah direncanakan KBM tatap muka, evaluasi terkait aplikasi juga harus menjadi perhatian, keseragaman masa bakti OSIS juga perlu dipikirkan sebagai evaluasi terkait dengan Pemilos yang tidak serentak karena ada beberapa sekolah yang sudah mendahului Pemilos.   Dukungan itu disampaikan dengan mendorong Kantor Kemenag, Dikmen dan Dikpora untuk memasukkan Pemilos dalam kalender pendidikan, "agar persiapannya bisa lebih baik ketiga lembaga ini perlu memasukkan agenda Pemilos dalam kalender pendidikan"   Hal senada disampaikan Ka. Dispora yang mendapat masukan bahwa pelaksanaan Pemilos daring serentak 2020 tidak bisa diikuti oleh seluruh sekolah menengah pertama, mengingat sebagian telah selesai menyelenggarakan pemilos. "Persiapan pemilos akan dilakukan lebih awal, agar pelaksanaannya lebih baik dan partisipasi pemilihnya dalam Pemilos lebih tinggi" tutur Hidayatut Thoyyibah Kadiv. Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, parmas dan SDM, yang membidangi kegiatan pendidikan Pemilih.